Kamis, 23 September 2021

Mengapa sendiri?

Mataku menatap jauh
Berharap bertemu pelupuk mata lelah itu
Hingga aku yang berhenti
Bukan menemukan, hanya sadar mengganggu keseimbangan
Mengapa bulan menjadi asing dengan bumi?
Mengapa kini lupa gravitasi?
Hingga apa yang berencana hanya usaha sendiri
Apa yang tersisa hanya puing caci maki
Mengapa angin enggan bertiup?
Hingga helai dandelion berhenti bermotivasi.
Selalu ada pahit setelah manis, selalu ada lelah setelah aksi.
Mengapa tak juga kau mengerti?
Hanya asik dengan dunia sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar