Senin, 27 September 2021

Dan Satu

Dan sengaja itu, biar bergema
Sudah tahu, satu per tiganya sedang tiada
Lalu dipenuhi satu demi satu demi satu
Dicukupkan sudah daksa akara
Maunya menjadi utuh berpulang
Dan sengaja itu, biar berada
Tadi hanya satu demi satu demi satu
Maunya menjadi kuat bertulang
Dan satu demi satu demi satu
Sendu yang tadinya membelenggu
Berputar harsa mendekap
Dan fana terbangun nyata
Terlanjur tak jejal, tak asal, dan putus tinggal

Kamis, 23 September 2021

Mengapa sendiri?

Mataku menatap jauh
Berharap bertemu pelupuk mata lelah itu
Hingga aku yang berhenti
Bukan menemukan, hanya sadar mengganggu keseimbangan
Mengapa bulan menjadi asing dengan bumi?
Mengapa kini lupa gravitasi?
Hingga apa yang berencana hanya usaha sendiri
Apa yang tersisa hanya puing caci maki
Mengapa angin enggan bertiup?
Hingga helai dandelion berhenti bermotivasi.
Selalu ada pahit setelah manis, selalu ada lelah setelah aksi.
Mengapa tak juga kau mengerti?
Hanya asik dengan dunia sendiri.

Sepakat

Diputuskan
Bukan untuk sepakat dan ingin terikat
Tapi silahkan
Dengan dunia baru yang menjanjikan
Kau pun tak katakan senang
Karena kau tahan
Dan buang
Semua haru dan harap yang tertuang
Cukup jelas kudengar
Isak dan teriak sepi dari sesal
Kosong relung berkabung
Dan pilu yang terlanjur dibumbung
Tapi malam bersinergi
Seakan semesta ingkar janji
Dan tak ada yang lebih berani
Dari kebencianmu dengan pergi