Minggu, 11 Oktober 2020

Hujan pukul satu pagi

Parau suaramu waktu itu
Menyedihkan waktu yang memang tak berpihak
Menyandarkan harap pada angan yang kembali
Menuturkan syukur telah membersamai

Tentang kita yang tak mampu salahkan keadaan
Tentang percaya yang dipupuk satu demi satu demi satu
Dilebur derasnya hujan pukul satu pagi
Diredam derak di ujung gelap berbatu
Hal yang selalu ingin kutanyakan
Yang justru tak sanggup terbahasakan
Basah pipimu bahkan tak terhapuskan
Waktu terlanjur berhenti sepersekian detik
Yang adalah bukan jeda dan menghilang serta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar