Minggu, 15 November 2020

November itu

 Pertengahan November kala itu
Hujan lembut memeluk basah aku
Hampir menggigil hembus menyiksa
Bahasamu saja berhasil menghangatkan
Leluconmu, tawamu itu persuasif
Dan aku menyukainya
Bahkan sebelum waktu kita bertaut
Saat namamu baru saja membangunkan sinaps
Saat ternyata sadarku tertarik
Dan entah harapku tersentuh elektromagnetik
Ingin kuceritakan ke atas langit
Mungkin Dia tak setuju
Atau terlalu cepat menjawab tidak
Atau bukan
Atau belum

Untukmu
Langit mungkin kelabu
Hariku pun sendu
Tapi cerita selalu bermula
Cinta selalu bermuara
Tak perlu peka
Cukup sebut saja
Biar Dia yang pertemukan kita

Abstraksi

Mengapa aku tak bisa mengenalmu
Seperti cahaya yang tertutup mega
Terpesona dengan sinar mata yang kau punya
Dibalik gelap merasuk
Sebongkah cinta menyebar hingga ke hulu
Merasakan detik degupnya
Memeluk sendi yang mulai runtuh
Seruak layung menutup langit
Teduh mengindahkan jalan atasmu
Kau yang ada didepanku
Memberikan mata terfokus
Bersinar, bercahaya, menepis mendung sore hari
Membawa rasa yang kusimpan
Tanpa aku tahu, kamu dan segalamu

Senin, 02 November 2020

Sabar dan tunggu

Ada yang kau lupakan
Ada yang kau tepiskan
Bukan hanya 1
Tapi 2, tapi 3
Tapi haru dan harap
Dan segala waktu yang kita ruahkan dalam bangga
 
Biar sudah
Biar lelah
Biar senja berlalu dengan indah
Biar dia hentikan lengah
Dan angan yang direnggut
Dan suka yang tidak patut
Biarlah, biar padu menutup waktu
Tunggulah, dia akan sirami
Dia akan naungi
Dia akan sambut
Menuntut simpul wajah nan lembut
 
Percayalah, pada jiwa yang ditempa
Pada sendu yang bantu membahu
Kuatnya takkan kau duga
Takkan kau sangka nyata
Jalanmu sudah merangkul
Yakin harus dibumbung
Cinta perlu kau junjung
 
Sabarlah, sabarlah