Selamat datang, rasa
Kupersembahkan kekosongan ini, yang lirihnya berpijak pada ranting yang melapuk
Kutautkan pada takdir yang kau bawa
Luka ini membuat suka lama bergerak
Meniti satu demi satu rasa yang seperti kau
Menyiksa, tapi tak duka
Sama sekali tidak
Aku ingat, ada yang pernah kau pinjam
Bahagiaku yang belum kau kembalikan
Tapi aku juga ingat, jaminanya adalah dia yang bahagia
Aku pahami itu, dia yang bahagia, dan aku tak akan meminta
Kupersembahkan kekosongan ini, yang lirihnya berpijak pada ranting yang melapuk
Kutautkan pada takdir yang kau bawa
Luka ini membuat suka lama bergerak
Meniti satu demi satu rasa yang seperti kau
Menyiksa, tapi tak duka
Sama sekali tidak
Aku ingat, ada yang pernah kau pinjam
Bahagiaku yang belum kau kembalikan
Tapi aku juga ingat, jaminanya adalah dia yang bahagia
Aku pahami itu, dia yang bahagia, dan aku tak akan meminta
Selamat datang, rasa
Dia yang entah siapa, kau sedang bersamanya, bukan?
Dan kau menyentuhku tiba-tiba bukan?
Dan kau membiarkan aku pada dia, yang entah siapa
Aku sedang mengalun, kau tak tahu saja
Terlalu indah kini kugadai
Tapi bukan aku mengusirmu
Kisah yang tak berawal apa juga perlu ada akhir?
Pergilah saja, aku tak pernah tahu kau ada
Aku tak pernah tahu dia, yang entah siapa
Pernah menyentuhku
Disini
Di dalam
Di tempat luka
Aku tak pernah tahu
Dia yang entah siapa, kau sedang bersamanya, bukan?
Dan kau menyentuhku tiba-tiba bukan?
Dan kau membiarkan aku pada dia, yang entah siapa
Aku sedang mengalun, kau tak tahu saja
Terlalu indah kini kugadai
Tapi bukan aku mengusirmu
Kisah yang tak berawal apa juga perlu ada akhir?
Pergilah saja, aku tak pernah tahu kau ada
Aku tak pernah tahu dia, yang entah siapa
Pernah menyentuhku
Disini
Di dalam
Di tempat luka
Aku tak pernah tahu
Selamat tinggal, rasa
Sampai jumpa di kisah awal tanpa akhir
Sampai jumpa di kisah awal tanpa akhir